SEJARAH MUARA KULAM
Kelurahan Muara Kulam adalah yang dahulu termasuk wilayah/desa
terpencil di kabupaten musi rawas dan termasuk kedalam wilayah kecamatan
rawas ulu, namun pada tahun 2002 kecamatan ulu rawas mengalami
pemekaran sehingga tinggal kecamatan baru yaitu kecamatan Ulu Rawas,
Muara Kulam Penduduknya terbanyak dari desa-desa lainnya sehingga Muara
Kulam ditunjuk sebagai Ibukota Kecamatan Ulu Rawa, mulai sejak itu Muara
Kulam yang awalnya sebuah Desa menjadi Kelurahan Muara Kulam Ibukota
Kecamatan Ulu Rawas, semenjak Muara Kulam menjadi Keluarahan terlihat
banyak sekali perubahan/kemajuan yang dibangun pemerintah serta
fasilitas-fasilitas Kecamatan, mulai dari Kantor Camat, KUA, SATPOL dan
Kantor dinas lainnya. Kantor Eks Desa dulu, direhab dengan bagus
sehingga menjadi kantor Kelurahan yang menjadi pusat administrasi Lurah.
Kecamatan Ulu Rawas merupakan kecamatan yang
berdiri sekitar tahun 2002 hasil pemekaran dari Kecamatan Rawas Ulu,
Kecamatan Ulu Rawas terdiri dari Desa Kuto Tanjung, Desa Napallicin,
Desa Sosokan, Desa Muara Kuis, Desa Pulau Kidak, Desa Jangkat dan
Kelurahan Muara Kulam sendiri yang merupakan pusat Administrasi
Kecamatan Ulu Rawas, Kecamatan Ulu Rawas termasuk kecamatan yang
berpotensi, memilki banyak kekayaan alam yang belum terjamah oleh tangan
manusia, seperti jenis pertambangan : Emas, Batu Bara, Batu Besi, Timah
dll, cuma batu besi dan tambang Emas yang sekarang sudah mulai di gali
oleh pemerintah yang berlokasi di Desa Pulau Kidak, meskipun dalam skala
kecil namun kekayaan lainnya belum ada kabarnya. tapi baru-baru ini ada
berita akan dibukanya tambang Batu Bara yang berlokasi di Desa Kuto
Tanjung tepatnya di Sungai Keruh, namuan berita ini belum diketahui akan
kepastiannya, di Kecamatan Ulu Rawas Juga banyak sekali terdapat Objek
wisata yang masih asri yang akan membuat kita meras terhipnotis akan
keindahan yang tersembunyi dibalik ketertinggalannya, alhamdulliah
semenjak Kabupaten Musi Rawas dipimpin Oleh Bapak Ridwan Mukti, kini
Kecamatan ulu Rawas telah terbuka lebar infrastruktur yang akan membawa
penghidupan bagi masyarakat Ulu Rawas meskipun belum di aspal, namun
telah memudahkan Masyarakat berkomusikasi keluar daerah, jalan, tower
sebagai teknologi canggih yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Ulu
Rawas, dengan terbukany akses ke Kecamatan Ulu Rawas mampu membuat
terbuka mata para orang-orang terhebat diaerah kita melihat betapa
banyak sekali potensi yang tersimpan di Kecamatan Ulu Rawas, hal ini
terbukti, dua orang tertinggi di Propinsi kita yakni pertama Bapak
Syahrial Usman telah mengunjungi Kecamatan Ulu Rawas, dan tidak lama ini
Yakni Bapak H. Alex Nurdin selaku Gubernur telah mengunjung Kecamatan
Ulu Rawas bersama Bupati Musi Rawas, kedua petinggi tersebut
terkagum-kagum dan memuji betapa kayanya Sum-Sel khusus Kabupaten Musi
Rawas, mempunyai kecamatan yang selama ini orang belum tahu bahwa
kecamatan Ulu Rawas memiki berbagai potensi yang bisa menjadi Aset
terbesar bagi Wilayah kita,salah satu yang sangat mengagumkan adalah
wisata yang terdapat di desa Napallicin dikenal dengan wisata Goa
Napllicin, Goa Napallicin sebenarnya saudah lama dikenal oleh orang
bahkan keluar negeri/mancanegara, hal ini terbukti pada bangunan yang
berdiri di Kecamatan Rawas Ulu dan Desa Napallicin tetap dekat Goa
Napallicin Kecamatan Ulu Rawas dengan diberi Nama KUBU LODGE yang
dibangun oleh Wisatawan mancanegara, seingat penulis pada masa kecil
dahulu setiap seminggu sekali pasti para wisatawan mancanegara
mengunjungi Goa Napallicin (KUBU LODGE) selama seminggu kemudian
gantilagi dengan para pengunjung mancanegara lainnya. namun nasip naas
menimpa wisata tersebut, suatu musibah yang melanda perumahan
mancanegara tersebut sehingga mebuat terbakar habis semua. semejak itu
wisatawan mencanegara tidak ada lagi yang datang ke wisata tersebut,
namun kami selaku masyarakat Ulu Rawas sendiri yang menjadi tradisi yang
setiap hari-heri besar mengunjungi/memnuhi wisata kebangga masyarakat
kecamatan Ulu Rawas. namun semenjak terbuka lebarnya infrastruktur jalan
ke Kecamatan Ulu Rawas kembali di kunjungi oleh wisatan lokal baik dari
daerah Ulu Rawas bakan dari luar daerah. pad kunjungan Gubernur Alex
Nurdin, yang memberikan janji untuk membangun kembali Wisata Goa
Napallicin. bahkan beliau meyakinkan bahwa wisata Goa Napalicin mampu
memawa dampak yang lebih baik untuk Sumatera Selatan, beliau berjanji
untuk membangun fasilitas di kecamatan Ulu Rawas dan Wisata Goa
Napallicin dalam waktu dekat ini. dan juga Bupati Musi Rawas meluncurkan
program baru untuk membangun Anggropolitan Distrik Di Kelurahan Muara
Kulam Kecamatan Ulu Rawas.
Legenda dan Keindahan Goa Napallicin
Konon, menurut legenda yang dipercaya warga setempat, dulunya bukit
tersebut adalah sebuah kapal yang terdampar. Kemudian lewatlah seorang
pengembara sakti bernama Serunting Sakti atau Si Pahit Lidah. Melihat
ada kapal yang terdampar, Si Pahit Lidah berusaha untuk naik ke atasnya
namun tidak berhasil. Si Pahit Lidah pun menggumam, dan kemudian gumaman
(sumpah) itu membuat kapal berubah menjadi batu. Goa Batu Napalicin
yang berada pada ketinggian sekitar 20 meter dari jalan, di dalamnya
terdapat lorong sepanjang lebih kurang 1,5 kilometer. Lorong itu
menghubungkan empat bukit, Bukit Batu, Bukit Semambang, Bukit Payung,
dan Bukit Karang Nato—orang setempat menyebutnya, Bukit Keratau.
Lorongnya tidak luas, hanya bisa dilalui dengan cara merunduk bahkan
tiarap. Jarak bukit itu dari ibu kota kecamatan sekitar 12 km, melalui
jalan darat maupun sungai. Hingga kini, di dalam gua batu masih
tersimpan sejuta misteri. Di bagian depan, pengunjung langsung disuguhi
pemandangan yang artisik. Saat ini, para pengunjung yang umumnya
wisatawan lokal, akan disuguhi budaya setempat berupa tarian dan lagu
daerah. Diiringi. biola, seorang tetua menghibur pengunjung disertai
anak-anak yang membawakan tarian menyambut tamu.
Memasuki lorong-lorong gua, kelelawar beterbangan. Titik-titik air
dari atas gua memberikan kesan mistis. Apalagi, sesekali kelelawar
beterbangan. Pada beberapa bagian memang gelap sehingga warga setempat
memasang beberapa obor bambu. Di bawah cahaya temaram, keindangan
berbagai sisi gua makin berbinar. Berbagai bentuk terlihat. Setidaknya
kita butuh lebih dari empat jam untuk menikmati berbagai sudut gua. Pada
beberapa bagian, cahaya menembus gua, terutama antara bukti yang satu
dengan bukit yang lain. Celah-celah batu membiaskan bentuk artistik.
Setelah menikmati Gua Batu Napalicin, kita masih objek wisata Air Terjun
Sungai Kerali (Desa Napalicin) dan Air Terjun Batu Ampar, Desa Kota
Tanjung. Lalu di Sungai Rawas, yang berada di sisi Gua Napalicin, dapat
digunakan untuk berarung jeram karena arusnya yang deras dan beberapa
rintangan alami juga terdapat di sepanjang sungai. Air terjun Batu Ampar
adalah bebatuan dari napal yang terhampar secara bertingkat. Dulu, saat
daerah itu masih alami, tempat tersebut sangat indah karena air
terjunnya mengalir secara bertingkat-tingkat. Di hamparan batu napal,
terdapat lobang-lobang kecil. Ketika sungai pasang, napal bertingkat
tadi tenggelam oleh air. Tapi ketika sungai surut, banyak sekali ikan
yang terjebak di dalam lubang. Masyarakat sekitar tinggal menangkap ikan
yang terjebak di dalam lubang itu. Objek wisata ini mungkin bisa
dijadikan alternatif, terutama bagi yang hobi berpetualang di alam yang
masih asri dan perawan.
nice good
BalasHapusThanks ...
HapusGood bro
BalasHapusMks bro..
BalasHapusMasukan bro, e mok lang sei suai isei dg judul ne, judul sejarah muara kulam, tpei ktek mnceritekan muara kulam, akan lbah iluk asal trbuntuk kecamatan ulu rawas, dan mok sei isei ne kbanyakan guau picin, saran keu harus adai prbaikan bro.
BalasHapus